Pjs Bupati Sufian Agus: Selamatkan Kopi Lokal dari Ancaman Sawit, Berikan Insentif bagi Petani

img

POSKOTAKALTIMEWS, BERAU : Kopi lokal Berau yang terkenal akan kualitasnya kini menghadapi ancaman serius. Penurunan jumlah petani kopi di Berau terjadi seiring dengan pengalihfungsian lahan kopi menjadi perkebunan kelapa sawit. Maka, dampak dari konversi lahan ini tak hanya mengancam keberlangsungan kopi asli Berau tetapi juga berpotensi menurunkan produksi kopi daerah yang sebenarnya memiliki potensi besar sebagai produk unggulan lokal.

 

Pejabat sementara (Pjs) Bupati Berau, Sufian Agus mendorong hal itu  dengan memberikan perhatian khusus. “Saya kira SKPD terkait  perlu memberikan insentif bagi petani kopi agar tidak tergiur beralih ke kelapa sawit yang menawarkan keuntungan ekonomi lebih cepat,” ungkap Sufian Agus saat dimintai keterangan di Balai mufakat pada Selasa (12/11/2024).

 

Menurut Sufian, insentif bagi para petani kopi sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perkebunan kopi lokal. Insentif tersebut dapat berupa bantuan modal, pelatihan teknis, hingga akses pasar agar petani semakin yakin untuk terus membudidayakan kopi. Langkah ini juga penting agar petani tidak hanya tergantung pada sawit, yang sering kali menjadi pilihan karena hasil yang lebih cepat.

 

“Saya sudah berbicara dengan kepala desa dan pihak terkait untuk mempertimbangkan insentif bagi petani kopi. Kami ingin mempertahankan kopi sebagai salah satu ikon Berau, sekaligus mendorong ekonomi daerah dengan produk yang ramah lingkungan,” ujarnya.

 

Selain itu, Sufian Agus berharap agar petani kopi di Berau mendapat dukungan pendampingan dalam pengembangan produk kopi, sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas, baik Nasional maupun Internasional. “Kopi Berau memiliki kualitas yang luar biasa, sayang jika sektor ini perlahan tergerus karena perubahan lahan. Kopi ini bukan hanya sumber ekonomi bagi petani tetapi juga kebanggaan daerah. Dengan menjaga sektor kopi, kita tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga melestarikan identitas lokal Berau," tegasnya.

Isu kopi lokal ini mengingatkan  betapa pentingnya menjaga keanekaragaman produk pertanian di Berau. “Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan keseriusan petani, kopi Berau diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan yang menambah daya tarik daerah,” tukasnya lagi. (sep/FN/Advetorial)